Lompat ke konten
Beranda » Panti Yatim » Rumah Asuh Yatim Yayasan Alpha Indonesia

Rumah Asuh Yatim Yayasan Alpha Indonesia

Yayasan Alpha Indonesia memiliki Rumah Asuh Yatim Fadhillah Ihsan untuk menampung, mendidik dan mengayomi anak-anak yatim, piatu, dhuafa dan anak terlantar di Indonesia.

Rumah Asuh Yatim Fadhillah Ihsan milik Yayasan Alpha Indonesia telah mempunyai 12 Cabang di beberapa kota di Indonesia.

Yayasan Alpha Indonesia Cabang Cilegon Banten yang sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari Para Donatur yang Dermawan karena kondisinya yang memprihatinkan untuk perbaikan ke arah yang lebih baik lagi.

Panti Asuhan YAI di Kota Cilegon Banten dan dekat dari Kota Tangerang yang membutuhkan bantuan dan donasi untuk kebutuhan Asrama Yatim.

Panti Asuhan Yayasan Alpha Indonesia Perumnas Cibeber Link Palas Jl. Perumnas Blok D5 A No. 3, Cibeber, Cilegon Banten 42423.

Ayah Bunda yang berada di Kota Tangerang Provinsi Banten dapat berkunjung memberikan bantuan dan donasi ke Panti Asuhan di Banten.

 

Ayah Bunda dapat melakukan Donasi Online untuk BERSHODAQOH, ZAKAT MAL, ZAKAT PENGHASILAN, INFAQ, DAN DONASI bisa ke Rekening Yayasan :

Rekening Yayasan

Bank BSI : 7486886800

a/n : Yayasan Alpha Indonesia

Bank Mandiri : 1290011618317

a/n : Yayasan Alpha Indonesia

Donasi Ayah Bunda sangat berarti bagi Anak Yatim, Piatu dan Dhuafa di Yayasan Alpha Indonesia Cabang Banten.

Program pendidikan di Yayasan Alpha Indonesia bertujuan untuk mengembangkan soft skill dan passion siswa, sambil membangun karakter yang kuat. Kami berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki nilai-nilai moral tinggi, kemampuan interpersonal yang baik, serta semangat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.

Mengikuti program pendidikan di Yayasan Alpha Indonesia memberikan manfaat yang tak terhingga. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan akademik yang handal, tetapi juga didorong untuk menggali passion mereka dan mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kreativitas. Selain itu, lingkungan yang penuh nilai-nilai positif membentuk karakter dan budi pekerti siswa, membekali mereka dengan pondasi yang kuat untuk menghadapi dunia.

Dengan pendekatan pendidikan yang holistik ini, lulusan Yayasan Alpha Indonesia menjadi individu yang memiliki karakter dan budi pekerti yang baik, mampu beradaptasi dalam berbagai situasi, serta memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai yang tinggi. Mereka tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu membawa perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Pendidikan yang mengutamakan soft skill dan passion, serta karakter dan budi pekerti yang unggul, adalah landasan penting dalam membentuk generasi masa depan. Yayasan Alpha Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan hal ini dengan menyediakan lingkungan pendidikan yang memberikan nilai tambah yang tak ternilai bagi setiap siswa. Beberapa Program Pendidikan Yayasan Alpha Indonesia
1. KB/TK Islam Alif Plus
2. PKBM ALIF (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
3. MDA ALIF (Madrasah Diniyah Awaliyah)

Mari jadi bagian dari pendidikan yang mengembangkan potensi sepenuhnya, membentuk karakter yang kuat, dan mengedepankan nilai-nilai positif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan program pendidikan di Yayasan Alpha Indonesia. Bersama-sama, kita akan membentuk individu yang siap menghadapi dunia dengan keyakinan diri dan integritas, serta memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.

Dalam Islam, yatim memiliki kedudukan yang istimewa. Terdapat keutamaan dalam menyantuni anak yatim. Al-Qur’an secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman dalam hadist keutamaan menyayangi anak yatim:

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 220)

Sedangkan dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.”

(HR. Bukhari)

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits tentang menyantuni anak yatim

  • Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya. Seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
  • Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa.
  • Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.
  • Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”.

karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:

  1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
  2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya. Berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia (HR. Bukhari)
  3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram. sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut. sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.

Dikutip dalam buku berjudul ‘Dahsyatnya Doa Anak Yatim’ oleh M. Khallurrahman Al Mahfani tentang keutamaan mencintai anak yatim, diantaranya:

1. Meraih Peluang Menjadi Teman Rasulullah SAW di Surga

Orang yang memelihara anak yatim akan masuk surga, berdekatan dengan Rasulullah SAW seperti dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah (sesuai dengan hadits yang telah disebutkan di atas).

2. Pengasuh Anak Yatim Dijamin Masuk Surga

Kalaupun pemelihara anak yatim tidak dapat menjadi teman Rasulullah di surga karena mungkin tidak memenuhi persyaratan ideal, ia akan tetap dijamin masuk surga.

Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.”

(HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

3. Mendapat Predikat Abror (Saleh atau Taat Kepada Allah)

Keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

(QS. Al-Insan: 5-6)

4. Memperoleh Pertolongan dari Allah SWT

Menolong anak-anak yatim dalam berbagai bentuk kepedulian nyata merupakan ibadah yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang mukmin di dunia maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”

(HR. Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah)

5. Menghindarkan dari Siksa Akhirat

Memelihara atau mengasuh anak yatim adalah kewajiban yang tgas-tegas Allah perintahkan melalui ayat-Nya dan sabda rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

“Demi Yang Mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.”

(HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

6. Investasi Amal untuk Akhirat

Manfaat menyayangi anak yatim salah satunya adalah investasi amal di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.”

(HR. Muslim dari Abu Hurairah).

7. Menggapai Keberuntungan dan Menjadi yang Terbaik

Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk ibadah sosial dalam rangka amar makruf (mengajak kebaikan) dan nahi mungkar (melarang berbuat maksiat).

Dan satu lagi keutamaan dalam menyantuni anak yatim yakni akan membersihkan pikiran mereka serta melembutkan dan menghilangkan kekerasan hati.

Nabi SAW bersabda.

“Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai.”

(HR Thabrani)

Di bulan Muharram yang mulia ini anjuran memperbanyak amal baik bisa dilakukan dengan berbagai cara. Meningkatkan ibadah yang wajib dan menambah amalan sunnah salah satunya bisa dengan bersedekah untuk anak yatim piatu. Selain itu, dengan sedekah yatim, semoga kita bisa menjadi tetangga Rasulullah di surga.

Semakin banyak anak-anak yang kehilangan orang tua atau wali akibat virus Covid-19. Angka kehilangan bukanlah sekadar statistik, melainkan pukulan yang semakin menambah duka. Mengutip dari Laporan CDC (Children: The Hidden Pandemic 2021), kehilangan orang tua, nenek, kakek, atau keluarga yang mengasuhnya seumur hidup punya dampak panjang yang dapat menghancurkan kesejahteraan mental, fisik, dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *